Selasa, 04 November 2014

PROFIL GAPOKTAN SALUYU
DESA BOJONGTUGU, KECAMATAN CURUGKEMBAR, KABUPATEN SUKABUMI
 


A.  LATAR BELAKANG
                Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Saluyu dibentuk pada tanggal 10 April 2005 di Desa Bojongtugu Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.  Kelompok Tani yang tergabung didalamnya yaitu Kelompok Tani Bojongtugu, Kelompok Tani Sikluk, Kelompok Tani Rawabungur dan Kelompok Tani Pasirbandung.
                Awal terbentuknya Gapoktan ini didasari adanya kepentingan bersama untuk mendukung kegiatan usaha pertanian di Desa Bojongtugu melalui kerjasama dalam bidang permodalan, pengadaan sarana produksi bersama, Peningkatan nilai tambah produk pertanian, serta pemasaran hasil produksi.
B. SUSUNAN PENGURUS
·         Ketua                  : Supyani
·         Sekretaris            : K. Asidin
·         Bendahara           : H. Nurhaedin
C. VISI
Gapoktan maju, mandiri, dan amanah menuju masyarakat yang sejahtera
D. MISI
        a)      Menyelenggarakan gapoktan yang profesional dan demokratis
        b)      Menjadi sarana kerjasama antar petani 
        c)       Menyediakan informasi dan teknologi pertanian
        d)      Menjembatani kepentingan petani dan pemerintah
E. TUJUAN
        a)      Menyediakan akses permodalan bagi petani
        b)      Menjadi pusat penyebaran informasi dan teknologi pertanian
        c)       Meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian
        d)      Memfasilitasi pemasaran dan pengadaan sarana produksi bersama
F. KEADAAN WILAYAH DAN POTENSI AGROEKOSISTEM
           Desa Bojongtugu secara administratif masuk dalam wilayah kecamatan Curugkembar. Dengan luas wilayah 532 Ha merupakan daerah agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian dari sektor pertanian. Padi merupakan komoditas pertanian terbesar yang dihasilkan disamping beberapa produk unggulan lainnya, seperti gula aren, palawija, kapulaga dan beberapa jenis komoditas hortikultura.
             Kondisi geografis yang terpencil serta topografi berbukit-bukit ditambah infrastruktur jalan yang buruk menyebabkan hasil produksi pertanian dari desa Bojongtugu sangat sulit untuk menembus pasar di kota-kota besar seperti Sukabumi atau Jakarta. Di sisi lain harga sarana produksi pertanian sangat mahal karena beban biaya transportasi.       
Gula aren merupakan produk unggulan dari Desa bojongtugu yang khas dan jarang dihasilkan di daerah lain sehingga komoditas ini memiliki daya saing yang tinggi dibanding komoditas lain, pemasarannya pun sudah sampai ke luar daerah. Di kampung Pasirbandung hampir setiap rumah terdapat home industry pengolahan gula aren. Pengembangan agribisnis gula aren berpotensi untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
Untuk pemenuhan kebutuhan sarana produksi terutama benih bermutu untuk wilayah Curugkembar, di desa Bojongtugu telah didirikan unit usaha penangkaran benih padi yang dikelola oleh Gapoktan. Disamping memberikan nilai tambah untuk petani pengelola, juga memberikan keuntungan kepada petani konsumen benih tersebut. Harga benih lebih murah dibanding jika membeli di kios dan konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya ojek untuk pengangkutan yang biasanya bisa mencapai Rp 20.000 sekali angkut.
Di wilayah kecamatan Curugkembar terdapat pasar ternak yang telah berkembang dan telah dikenal sampai ke luar daerah. Hal ini merupakan potensi yang belum tergarap oleh petani di desa Bojongtugu yaitu dengan mengembangkan agribisnis bidang peternakan.
G. SARANA DAN PRASARANA
        a)      1 unit RMU (Rice Milling Unit)
        b)      1 unit power thresher
        c)       1 unit dryer
        d)      1 kios saprotan
        e)      Kantor LKM & ruang pertemuan
H. KEGIATAN USAHA
1.  Penangkaran benih

Saat ini Gapoktan Saluyu telah mampu memproduksi benih padi dengan kapasitas 20 ton per musim tanam dan telah melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan benih dalam bidang pemasaran.
2. Penggilingan padi dan pemasaran beras
3. Kios saprotan
                Kios ini mempermudah petani untuk mendapatkan sarana produksi dengan sistem yarnen yaitu pembayaran dapat dilakukan setelah panen.
4. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Saluyu

              LKM Saluyu menyediakan permodalan untuk pembiayaan usaha agrobisnis bagi petani baik on farm maupun off farm. Dana pemerintah yang diberikan melalui program PUAP sebesar 100 juta rupiah, dapat dikelola dengan baik sehingga mengalami peningkatan menjadi 170 juta rupiah.
5. Usaha bersama
-          Intensifikasi peternakan ayam buras
-          Penggemukan domba
 
I. PRESTASI
Gapoktan pengelola PUAP berprestasi tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2012.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar