PROFIL GAPOKTAN SALUYU
DESA BOJONGTUGU, KECAMATAN
CURUGKEMBAR, KABUPATEN SUKABUMI
A.
LATAR BELAKANG
Gabungan
kelompok tani (Gapoktan) Saluyu dibentuk pada tanggal 10 April 2005 di Desa
Bojongtugu Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Kelompok Tani yang tergabung didalamnya yaitu
Kelompok Tani Bojongtugu, Kelompok Tani Sikluk, Kelompok Tani Rawabungur dan
Kelompok Tani Pasirbandung.
Awal
terbentuknya Gapoktan ini didasari adanya kepentingan bersama untuk mendukung kegiatan
usaha pertanian di Desa Bojongtugu melalui kerjasama dalam bidang permodalan,
pengadaan sarana produksi bersama, Peningkatan nilai tambah produk pertanian,
serta pemasaran hasil produksi.
B. SUSUNAN PENGURUS
·
Ketua : Supyani
·
Sekretaris : K. Asidin
·
Bendahara : H. Nurhaedin
C. VISI
Gapoktan maju, mandiri, dan amanah
menuju masyarakat yang sejahtera
D. MISI
a) Menyelenggarakan gapoktan yang profesional dan demokratis
b)
Menjadi sarana kerjasama antar
petani
c)
Menyediakan informasi dan
teknologi pertanian
d) Menjembatani kepentingan petani dan pemerintah
E. TUJUAN
a) Menyediakan akses permodalan bagi petani
b)
Menjadi pusat penyebaran informasi
dan teknologi pertanian
c)
Meningkatkan nilai tambah hasil
produksi pertanian
d) Memfasilitasi pemasaran dan pengadaan sarana produksi bersama
F. KEADAAN WILAYAH DAN POTENSI
AGROEKOSISTEM
Desa Bojongtugu secara administratif masuk dalam wilayah kecamatan
Curugkembar. Dengan luas wilayah 532 Ha merupakan daerah agraris yang sebagian
besar penduduknya bermata pencaharian dari sektor pertanian. Padi merupakan
komoditas pertanian terbesar yang dihasilkan disamping beberapa produk unggulan
lainnya, seperti gula aren, palawija, kapulaga dan beberapa jenis komoditas
hortikultura.
Kondisi geografis yang terpencil
serta topografi berbukit-bukit ditambah infrastruktur jalan yang buruk
menyebabkan hasil produksi pertanian dari desa Bojongtugu sangat sulit untuk
menembus pasar di kota-kota besar seperti Sukabumi atau Jakarta. Di sisi lain harga sarana produksi
pertanian sangat mahal karena beban biaya transportasi.
Gula aren merupakan produk unggulan dari Desa bojongtugu yang khas dan
jarang dihasilkan di daerah lain sehingga komoditas ini memiliki daya saing
yang tinggi dibanding komoditas lain, pemasarannya pun sudah sampai ke luar
daerah. Di kampung Pasirbandung hampir setiap rumah terdapat home industry pengolahan gula aren.
Pengembangan agribisnis gula aren berpotensi untuk meningkatkan taraf ekonomi
masyarakat.
Untuk pemenuhan kebutuhan sarana produksi terutama benih bermutu untuk
wilayah Curugkembar, di desa Bojongtugu telah didirikan unit usaha penangkaran
benih padi yang dikelola oleh Gapoktan. Disamping memberikan nilai tambah untuk
petani pengelola, juga memberikan keuntungan kepada petani konsumen benih
tersebut. Harga benih lebih murah dibanding jika membeli di kios dan konsumen
tidak perlu mengeluarkan biaya ojek untuk pengangkutan yang biasanya bisa
mencapai Rp 20.000 sekali angkut.
Di wilayah kecamatan Curugkembar terdapat pasar ternak yang telah
berkembang dan telah dikenal sampai ke luar daerah. Hal ini merupakan potensi
yang belum tergarap oleh petani di desa Bojongtugu yaitu dengan mengembangkan
agribisnis bidang peternakan.
G.
SARANA DAN PRASARANA
a)
1 unit RMU (Rice Milling Unit)
b)
1 unit power thresher
c)
1 unit dryer
d)
1 kios saprotan
e)
Kantor LKM & ruang pertemuan
H.
KEGIATAN USAHA
1. Penangkaran benih
Saat ini Gapoktan Saluyu telah mampu memproduksi benih padi dengan
kapasitas 20 ton per musim tanam dan telah melakukan kerjasama dengan beberapa
perusahaan benih dalam bidang pemasaran.
2.
Penggilingan padi dan pemasaran beras
3.
Kios saprotan
Kios ini mempermudah petani
untuk mendapatkan sarana produksi dengan sistem yarnen yaitu pembayaran dapat
dilakukan setelah panen.
4. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Saluyu
LKM
Saluyu menyediakan permodalan untuk pembiayaan usaha agrobisnis bagi petani
baik on farm maupun off farm. Dana pemerintah yang diberikan melalui program
PUAP sebesar 100 juta rupiah, dapat dikelola dengan baik sehingga mengalami
peningkatan menjadi 170 juta rupiah.
5.
Usaha bersama
-
Intensifikasi peternakan ayam
buras
-
Penggemukan domba
Gapoktan pengelola PUAP berprestasi tingkat Kabupaten Sukabumi tahun
2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar